
Malang, 19 September 2026 — DPC Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kota Malang kembali menyelenggarakan Festival Al-Qur’an 3, sebuah kegiatan rutin dua tahunan yang mempertemukan santri dan lembaga pendidikan Al-Qur’an se-Kota Malang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026 tersebut bertempat di lingkungan MTs–SMA Kampus 4 Perguruan Surya Buana Malang. Festival tahun ini mengangkat tema: “Mengukuhkan Jati Diri Santri Qur’ani di Era Digital.”
Festival Al-Qur’an 3 diikuti oleh 244 peserta dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an di Kota Malang. Sejumlah cabang lomba diselenggarakan untuk memberikan ruang kepada para santri dalam mengembangkan potensi dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an, yaitu Tahfidz, Tartil, Tilawah, Adzan, Mewarnai, dan Pildacil.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua DPC FKPQ Kota Malang, Ahmad Zain Fuad, S.Si., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Festival Al-Qur’an bukan semata-mata ajang perlombaan untuk meraih prestasi.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana untuk memotivasi santri agar semakin mencintai dan tekun belajar Al-Qur’an, sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan Al-Qur’an di Kota Malang.
“Festival Al-Qur’an ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun semangat belajar Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, dan memberikan ruang kepada anak-anak kita untuk menunjukkan potensi terbaiknya,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.

Lebih lanjut, Ketua DPC FKPQ Kota Malang tersebut mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan Al-Qur’an.
Di era yang serba digital, santri, ustadz/ustadzah, maupun lembaga pendidikan Al-Qur’an dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Literasi digital menjadi bagian penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat, terarah, dan memberikan nilai positif bagi proses pendidikan.
Karena itu, jati diri sebagai santri Qur’ani perlu tetap menjadi fondasi di tengah derasnya perkembangan teknologi.
Santri tidak cukup hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga perlu memiliki karakter, adab, dan kemampuan untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.
Melalui Festival Al-Qur’an 3, DPC FKPQ Kota Malang berharap lahir generasi santri yang tidak hanya dekat dengan Al-Qur’an dan berprestasi, tetapi juga mampu menjadi generasi yang berkarakter Qur’ani, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
Festival Al-Qur’an 3 akhirnya bukan sekadar perhelatan dua tahunan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membumikan Al-Qur’an, memperkuat silaturahmi, dan menyiapkan generasi Qur’ani yang mampu menjawab tantangan zaman. (Zain)






