
MALANG – Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPC FKPQ) Kota Malang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung transformasi digital lembaga pendidikan Al-Qur’an. Melalui program Safari Ramadan, organisasi ini melakukan langkah jemput bola dengan menggelar pelatihan serta pendampingan pembaruan data Education Management Information System (EMIS) dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.
Sabtu (7/3), kegiatan tersebut digelar di Pesantren Dzinnuha, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Lokasi ini menjadi titik pertemuan para pengelola dan pengajar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) yang datang untuk memperbarui data sekaligus memperkuat kapasitas pengelolaan administrasi digital.Agenda ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga bagian dari upaya sistematis FKPQ memastikan seluruh LPQ di Kota Malang terintegrasi dalam sistem data nasional.
Data Valid untuk Kebijakan Tepat
Ketua DPC FKPQ Kota Malang, Ustadz Zain Fuad, menegaskan bahwa pembaruan data EMIS memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pendidikan Al-Qur’an di tingkat nasional.Menurutnya, validitas data akan memudahkan pemerintah dalam merumuskan program pembinaan maupun dukungan yang lebih tepat sasaran bagi LPQ.
“Partisipasi aktif lembaga dalam memperbarui data EMIS sangat menentukan masa depan pendidikan Al-Qur’an. Administrasi yang tertata dan profesional akan memperkuat posisi lembaga dalam kebijakan nasional,” ujar Zain Fuad.
Ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah adaptasi terhadap teknologi digital. Karena itu, FKPQ berupaya memastikan tidak ada LPQ yang tertinggal dalam proses transformasi tersebut.“Kami ingin semua LPQ di tingkat kecamatan mampu beradaptasi dengan sistem digital. Jangan sampai ada lembaga yang tertinggal hanya karena keterbatasan pendampingan,” tambahnya.
Sabar yang Disertai Ikhtiar
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton, yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan mauidhah hasanah kepada para peserta. Ia menekankan bahwa perubahan sistem dan perkembangan teknologi harus disikapi dengan kesabaran yang disertai usaha nyata.
“Sabar menghadapi perubahan bukan berarti diam, tetapi terus belajar dan beradaptasi. Pelatihan EMIS ini adalah bentuk ikhtiar agar LPQ tetap relevan dan profesional di era modern,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kota Malang, Sukirman, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada FKPQ yang secara sukarela mendampingi proses pembaruan data EMIS bagi TPQ.Ia menilai langkah tersebut sangat membantu, terutama karena sebagian besar lembaga pendidikan Al-Qur’an dikelola oleh para ustadzah dan ibu-ibu pengajar.
“Kami berterima kasih kepada FKPQ yang terus mendampingi updating data TPQ meski tanpa dukungan anggaran dari Kementerian Agama. Ini wujud nyata kesabaran sekaligus pengabdian dalam mengisi Ramadan dengan kerja nyata,” ungkap Sukirman.
Menjaga Peran Guru di Era Digital
Di tengah berkembangnya berbagai platform digital pembelajaran Al-Qur’an, FKPQ menilai keberadaan guru dan lembaga pendidikan formal tetap memiliki peran penting yang tidak tergantikan.
Melalui pendampingan di setiap kecamatan, FKPQ berupaya menjaga agar LPQ tetap menjadi basis utama pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam manajemen digital, tetapi juga kuat dalam penanaman adab dan akhlak.
Dengan gerakan Safari Ramadan ini, DPC FKPQ Kota Malang optimistis kemandirian dan profesionalisme LPQ akan semakin menguat. Lebih dari itu, LPQ diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia sekaligus melek teknologi.





