
MALANG – Persoalan teknis pengisian EMIS (Education Management Information System) ternyata menjadi kendala serius bagi puluhan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di Kota Malang. Bukan terkait insentif atau bantuan operasional, melainkan menghambat pengurusan perpanjangan Izin Operasional (Ijop) dan administrasi lembaga lainnya.Menyadari urgensi ini, DPC Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kota Malang turun langsung ke lapangan.

Di hari Ahad yang penuh berkah, 22 Februari 2026, pengurus FKPQ menggelar kegiatan pendampingan dan pembinaan EMIS di TPQ Darunnajah, Jalan Borobudur Gang 4, Kota Malang, yang diikuti oleh seluruh Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) dibawah binaan Yayasan DPC FKPQ Kota Malang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC FKPQ Kota Malang, Ustadz Zain Fuad, didampingi Sekretaris Ustadz Heri Purnomo beserta Pengurus DPC FKPQ. Pengurus sengaja meluangkan waktu di hari libur untuk memastikan para guru dan pengelola TPQ mampu mengatasi kendala teknis yang selama ini menghambat kelancaran administrasi lembaga mereka.

“Di Kota Malang ini, persoalannya berbeda dengan daerah lain. EMIS di sini tidak terkait langsung dengan insentif atau BOP. Tapi justru lebih krusial: menghambat perpanjangan Izin Operasional (Ijop). Banyak TPQ yang urusan Ijopnya macet, bahkan terancam tidak bisa memperpanjang izin, hanya karena kendala teknis pengerjaan EMIS. Ini yang harus segera kita benahi,” tegas Ustadz Zain Fuad di sela-sela pendampingan.
Ustadz Heri Purnomo menambahkan bahwa pendampingan ini merupakan respons atas banyaknya laporan dari TPQ-TPQ di Malang yang mengeluhkan rumitnya sistem EMIS. Padahal, Ijop adalah dokumen vital yang menentukan legalitas sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an.
“Kami tidak ingin lembaga-lembaga binaan kami kesulitan hanya karena masalah teknis. Makanya kami lakukan pendampingan langsung, satu per satu, hingga guru-guru benar-benar paham. Mulai dari cara login, input data, hingga mengatasi kendala NIK ganda yang sering menjadi biang kerok ditolaknya sistem,” jelas Ustadz Heri Purnomo.
Sementara itu, Ustadzah Wiwik, pimpinan TPQ Darunnajah, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim FKPQ. Ia berharap pendampingan serupa bisa rutin dilakukan, mengingat banyak gurunya yang masih kesulitan mengoperasikan sistem digital.
“Selama ini kami cuma bisa bingung kalau ada kendala EMIS. Mau urus Ijop jadi terhambat, urusan administrasi lain juga ikut macet. Alhamdulillah, hari Minggu ini FKPQ hadir. Guru-guru jadi paham, dan kami optimis ke depan urusan perpanjangan Ijop tidak akan tersendat lagi,” ungkap Ustadzah Wiwik dengan lega.
Kegiatan pendampingan di TPQ Darunnajah ini direncanakan menjadi program berkelanjutan FKPQ Kota Malang. Ke depan, tim akan terus melakukan “jemput bola” ke berbagai TPQ yang membutuhkan pendampingan teknis EMIS, terutama yang sedang dalam proses perpanjangan Izin Operasional.




